25/06/2021

Investasi 101: Apa itu Equity Crowdfunding?

 

Siapa bilang investasi perlu modal yang besar? Ya mungkin dulu itu benar nyatanya. Tapi zaman sekarang, sudah gak lagi begitu. Inovasi teknologi gak cuma mempermudah kebutuhan kita sehari-hari, tetapi sekarang juga ada inovasi baru yang bisa membantu kita pemuda-pemudi untuk memulai perjalanan kita menjadi seorang investor.

Mau tau caranya? Yuk kita kenali apa itu equity crowdfunding!

Prinsip Dasarnya Apa Sih?

Kalo dari namanya, bisa ditangkap bahwa equity crowdfunding berhubungan dengan mengumpulkan dana dengan beberapa orang lainnya. Pada intinya, equity crowdfunding adalah cara baru untuk berinvestasi, dimana sebuah perusahaan swasta dapat meningkatkan modal dari berbagai pihak melalui penjualan sekuritas (saham, catatan konversi, hutang, bagi hasil, dan lainnya).

Mungkin dulu Kamu sudah pernah dengar bentuk crowdfunding lainnya melalui Kickstarter atau IndieGogo. Cara kerja equity crowdfunding mirip seperti itu. Siapa pun dapat berinvestasi melalui equity crowdfunding tanpa memerlukan modal yang besar. Bedanya adalah dalam equity crowdfunding, karena yang dijual adalah sekuritas, para pemberi dana menjadi investor, yang artinya kamu diberi kepemilikan dari perusahaan yang kamu danai.

Bedanya apa dengan bentuk Investasi Saham biasa?

Ada dua halangan yang biasanya dihadapi perusahaan dan kita yang mau investasi dari berpartisipasi di pasar saham, yaitu:

  • Sulit untuk perusahaan-perusahaan kecil untuk mendapatkan dana dari stakeholders, karena belum bisa IPO (Initial Public Offering)
  • Pilihan besar dana yang kita ingin investasikan terbatas saat berinvestasi di pasar saham (seringkali butuh modal yang besar)

Platform crowdfunding menjadi solusi untuk dua halangan ini. Start-up dan perusahaan lainnya yang relatif lebih kecil dapat mendaftar dalam Equity Crowdfunding dan menentukan sendiri batas minimum dan maksimum harga sekuritas yang ditawarkan, yakni bisa lebih rendah dari biasanya harga saham di pasar saham. Artinya, kita sebagai investor bisa menanam modal dengan ukuran yang lebih kecil.

Memilih Equity Crowdfunding yang legal

Hal pertama yang perlu Anda lakukan sebelum berinvestasi dalam sistem Equity Crowdfunding adalah memastikan perusahaan tersebut legal. Hal ini perlu dilakukan supaya dapat terhindar dari penipuan perusahaan investasi bodong.

Anda bisa melakukan riset kecil dengan mencari tahu apakah perusahaan Equity Crowdfunding yang Anda pilih sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika perusahaan tersebut sudah terdaftar, maka perusahaan tersebut aman.

Otoritas Jasa Keuangan memiliki aturan khusus mengenai perusahaan fintech Equity Crowdfunding yang tercatat dalam POJK Nomor 37 Tahun 2018. Penyelenggara equity crowdfunding Indonesia yang legal dan resmi akan memiliki integritas dan mematuhi regulasi tersebut.

Melakukan pengecekan proposal proyeksi analisis bisnis 

Rencana bisnis merupakan hal yang sangat penting sebelum menjalankan usaha bisnisnya dengan baik. Rencana bisnis tersebut berisi langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan agar ide bisa direalisasikan menjadi sebuah bisnis yang sukses.

Pentingnya rencana bisnis tersebut pastinya membuat penyelenggara pengumpulan dana seperti Equity Crowdfunding melakukan pengecekan proposal proyeksi analisis bisnis. Dilakukan pengecekan proposal proyeksi analisa bisnis itu untuk melakukan uji kelayakan bisnis sebelum dilakukan kampanye bisnis.

Dalam melakukan pengecekan proposal proyeksi analisa bisnis meliputi berbagai hal seperti pengecekan historical bisnis atau analisis data pada bisnis tersebut, mulai dari historical laporan keuangan, rekening koran 6 bulan terakhir dan perencanaan serta pengelolaan bisnis yang akan dilakukan.

Perlu dilakukan analisa bisnis yang meliputi berbagai hal seperti perencanaan keuangan. Hal ini akan membuat pelaku bisnis untuk berpikir tentang masa depan dan menyusun proyeksi keuntungan serta kerugian bisnis yang meliputi proses pengembangan model keuangan perusahaan, menjelaskan perencanaan yang berbeda di masa mendatang dari kemungkinan terbaik sampai yang terburuk. penggunaan analisa bisnis ini akan membuat analisis lebih mengevaluasi implikasi dari perencanaan yang lebih strategis.