17/05/2021

Tips Cerdas Aman Saat Bertransaksi Menggunakan IB BRI

 

 

Tindakan kejahatan berupa pembobolan rekening pada perbankan memang dapat saja terjadi jika penggunaannya tidak berhati-hati dalam menggunakan internet banking. Demi melindungi IB BRI  maka Anda harus melakukan cara supaya kode rahasia yang terdapat pada ATM maupun Internet Banking lebih terjamin.

 

Kebanyakan dari tindakan pembobolan atau kejahatan cyber dilakukan melalui cara skimming maupun social engineering. Untuk itu Anda sebagai pengguna internet banking BRI maka harus mengetahui secara detail bagaimana cara bertransaksi secara aman dan terhindar dari skimming atau social engineering.

 

Tips Bertransaksi Menggunakan IB BRI dengan Aman 

 

Cara memanipulasi psikologis dari seseorang yang bertujuan supaya memperoleh informasi tertentu yaitu disebut sebagai social engineering. Tindakan seperti ini menjadi tata cara melakukan penipuan secara halus. Baik itu disadari atau tidak disadari yang dilakukan melalui telepon ataupun berbicara secara langsung. Sementara skimming merupakan tindakan pencurian informasi dengan menyalin informasi yang ada pada strip magnetik kartu kredit secara ilegal.

 

Cara yang penting untuk melakukan tindakan pembobolan yaitu pihak dari nasabah atau pemilik dari IB BRI diharuskan untuk melakukan beberapa tips saat bertransaksi. Hindari memberikan PIN pada kartu internet banking Anda kepada orang lain, termasuk keluarga. Sementara Bank BRI terus-menerus aktif dalam memberikan edukasi sekaligus upaya dalam melakukan pencegahan kepada pihak masyarakat pentingnya merahasiakan PIN rekening.

 

Inilah tips aman melakukan transaksi melalui internet banking BRI di antaranya:

 

  • Anda harus secara rutin melakukan pergantian atau perubahan pada password IB Anda. Pastikan bahwa password yang Anda gunakan menggunakan kombinasi yang tidak mudah ditebak. Misalnya saja dengan menggunakan angka ataupun huruf. Namun jangan sampai Anda lupa dengan PIN yang Anda buat tersebut.
  • Tips selanjutnya lakukan transaksi dengan menggunakan media komputer secara aman dan hindari menggunakan jaringan publik maupun media lain karena ini tingkat keamanan dalam bertransaksi tidak akan terjamin.
  • Pastikan bahwa Anda memiliki software anti-virus yang selalu up to date ataupun firewall yang aktif pada PC maupun ponsel yang Anda gunakan. Tujuannya yaitu supaya menghindari adanya gangguan dari pihak lain yang tidak bertanggung jawab.
  • Ada baiknya apabila Anda tidak melakukan penyimpanan data yang penting dan bersifat pribadi pada Email.
  • Demi menjaga kerahasiaan dari user ID, mtoken maupun password. Maka jangan memberikan maupun memasukkan data pada program aplikasi yang memang tidak terpercaya.
  • Apabila mtoken masih tersisa, namun tidak digunakan, Anda harus segera menghapusnya. Sementara BRI tidak akan meminta informasi pihak nasabahnya dalam memberikan nomor token pada Internet Banking.
  • Apabila Anda merasa terdapat unsur penipuan selama melakukan transaksi internet banking BRI, maka langkah utama yang harus dilakukan yaitu dengan menghubungi pihak BRI.

 

Syarat dan Ketentuan Penggunaan IB BRI 

 

Penggunaan internet banking BRI memang mampu memberikan segala kemudahan bagi para nasabahnya. Mengingat saat ini transaksi bisa dilakukan dengan cepat mudah, akan tetapi sebelum menggunakan internet banking BRI ada baiknya jika mengetahui syarat dan ketentuan yang berlaku di antaranya seperti berikut:

 

  • Ketika pertama kali menggunakan layanan dari internet banking, maka nasabah diharuskan untuk mengganti password yang sedang digunakan sebelumnya supaya dibuat ATM dengan kata sandi atau password yang lain. Untuk password harus terdiri dari 8 sampai 12 digit untuk alfanumerik.
  • Harus memasukkan email yang nantinya digunakan sebagai penerima laporan setiap transaksi maupun informasi penting yang lainnya.
  • Apabila sebelumnya sudah melakukan registrasi finansial maka untuk langkah selanjutnya pengguna Internet Banking BRI harus melakukan aktivasi mtoken. Caranya yaitu dengan memasukkan nomor kode untuk aktivasi mtoken.
  • Setiap transaksi nasabah diwajibkan untuk memastikan kelengkapan dan ketepatan perintah transaksi. Misalnya saja dengan memastikan bahwa seluruh data yang dibutuhkan bertransaksi sudah diisi secara benar dan lengkap. Pihak dari BRI tidak akan bertanggung jawab apabila adanya kelalaian, ketidakjelasan, ketidaklengkapan, dan ketidaktepatan dari pihak nasabah.
  • Pihak dari nasabah mempunyai kesempatan supaya bisa kembali membatalkan data yang sudah diisinya ketika konfirmasi secara otomatis sebelum memberikan persetujuan pada transaksi yang dilakukan.
  • Pelaksanaan transaksi maupun persetujuan dapat dilakukan jika nasabah sudah meyakini kebenaran maupun kelengkapan data yang telah diisi nya. Sebagai bentuk persetujuan maka pengguna harus memasukkan token beserta password internet banking BRI nya yang terdapat pada kolom di halaman layanan transaksi IB.
  • Segala jenis transaksi yang sudah diperintahkan BRI dan telah disetujui nasabah maka tidak bisa dibatalkan.
  • Untuk setiap perintah yang sudah disetujui dari pihak pengguna maka tersimpan di pusat data BRI. Untuk data tersebut menjadi data yang benar dan diterima sebagai tanda bukti perintah nasabah pengguna IB BRI.
  • BRI akan menjalankan perintah pengguna yang sah berdasarkan pada penggunaan password dan user ID. Untuk itu pihak dari BRI tidak memiliki kewajiban menyelidiki atau meneliti keaslian maupun kewenangan dari pengguna user ID.
  • Di setiap transaksi finansial bagian sistem akan memberikan konfirmasi pada data yang akan di-input oleh nasabah. Pihak nasabah atau pengguna mempunyai kesempatan dalam membatalkan data dengan cara mengklik tombol batal.
  • Apabila transaksi dilakukan pada tanggal efektif, maka nasabah tidak bisa membatalkan seluruh transaksi yang sudah diotorisasi menggunakan mtoken maupun password serta memperoleh persetujuan dari pengguna. Hal ini dikarenakan pada waktu yang bersamaan maka BRI akan secara langsung instruksi tersebut.
  • Pada saat melakukan transaksi di hari berkala atau hari yang akan mendatang, maka pihak nasabah masih bisa membatalkan transaksi dengan mengotorisasi pembatalan mtoken dan selambat-lambatnya yaitu 1 hari sebelum jatuh tempo atau tanggal efektif pada transaksi yang bersangkutan.
  • Bank BRI mempunyai kewenangan untuk tidak melaksanakan perintah pengguna jika saldo rekening nasabah tidak mencukupi atau karena rekening ditutup atau diblokir berdasarkan pada pertimbangan lainnya. Apabila hal ini terjadi maka pihak dari BRI akan memberitahukan kepada pihak pengguna internet banking BRI.

 

Untuk Anda yang menggunakan internet banking dari BRI maka harus mengetahui bahwa BRI tidak akan menjamin keamanan mengenai data maupun informasi yang dikirimkan kepada BRI melalui email yang ada pada Internet Banking BRI. Untuk keamanan dapat dijaminkan apabila Anda menggunakan alamat email yang sudah didaftarkan sebagai pengguna atau nasabah Internet Banking BRI.